LAPORAN PRAKTIKUM IDENTIFIKASI GULMA

LAPORAN PRAKTIKUM
PENGELOLAAN GULMA












                                                                             Oleh :


Nama Mahasiswa

: Mala Atul Ro’aini

No Mahasiswa

: C1M016099

Kelompok

: 18


  



PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS MATARAM
2017








ACARA I. IDENTIFIKASI GULMA

 Tujuan        : Untumengetahui dan  memahami tentang ciri-ciri, distribusi, habitat, daerah asal, reproduksi, penyebaran, taksonomi, klasifikasi, pertumbuhan dan  informasi lainnya tentang jenis/species gulma.
Bahan dan alat : Gulma  yan ada  pada  beberapa  habitat, buku /panduan identifikasi.

LandasanTeori :
              Gulma didefinisikan antara  lain  sebagai  ‘tumbuhan yang tumbuh pada  tempat yang   tidak    dikehendaki’,   hal    ini   dapat   berarti    tumbuhan   tersebut   akan menimbulkakerugian secara  langsung maupun tidak  langsung.   Untuk  lebih memahami  gulma dengan segala  potensi  masalah  yang ditimbulkannya maka sangat  diperlukan pengetahuan  tentang identitas  suatu species  gulma dengan segala  ciri,  biologi   dan   ekologinya,  melalui  tindakan   identifikasi.  Informasi tentang identitas  gulma  da habitatnya akan  menjadi dasar  dalam pemilihan teknik  pengelolaan yang  akan dilakukan. Identifikasi berasal  dari kata identikyang artinya sama atau serupa dengan. Berdasarkan kesamaan atau kemiripan ciri yang ditunjukkan maka penggolongan gulma berdasarkan  klasifikasi  ilimiah maupun klasifikasi umum  dapat dilakukan. Dalam  indentifikasi kita  tidak dapat lepas dari  nama ilmiah (Latinyang  disepakati dan  diterima scara  internasional. Sebagai  contoh,  jika  kita menyebut  nama  babadotan,  ahli  gulmIndia  atau Afrika  atau  bahkan  yang terletak di  pulau   Jawa  sering tidak mengetahuinya. Tetapi  dengan menyebutkan nama latinnya yaitu  Ageratum conyzoides L., maka hampir  dapat dipastikan orang-orang yang mempelajari gulma akan mengetahui, atau jika  tidak,   ia  dapat  dengan  mudah  mencari informasi  dengan memakai nama latin gulma tersebut. Klasifikasi umum  dilakukan berdasarkan pengamatan tentang  daur    hidupnya,  morfologinya, saat   berkecambah   dan    tumbuhnya, habitat, bentuk daun, serta kepekaannya terhadap bekerjanya herbisida. Pengelompokkan   ini   tidak   berkaitan   secara   langsung  dengan  taksonomi tumbuhan   ata kekerabatan   diantara   gula   tersebut,   tetapi    semata-mata merupaka cerminan  penampakka visual    d lapang   atas  respon  yang ditunjukkan terhadap perubahan lingkungan.
              Ada   beberapcara  yang   dapat  ditempuh  untuk   identifikasi gulma,  dengan menggunakan salah satu atau kombinasi dari beberapa cara di bawah ini:
1.      Membandingkan gulma tersebut dengan material yang  telah  diidentifikasi di harbarium.
2.      Mencari sendiri  melalui kunci indentifikasi
3.      Membandingkannya dengan determinasi yang ada
4.      Membandingkannya dengan ilustrasi yang  tersedia
5.      Konsultasi langsung denga para ahli dibidang yang  bersangkutan
              Keadaan gulma yang  paling ideal  untuk  identifikasi adalah jika semua bagian-bagian vegetatif dan  generatifnya lengkap. Bagian vegetatif gulma yang  dipakai dalam identifikasi adalah akar, batang dan  daun.
Akar. Perakaran pada gulma dapat berupa akar  tunggang atau akar  serabut.
Batang.  Bagian   batang  yang    menjadi  cir indentifikasi   gulma  antara   lain bentuknya, seperti bulat, segitiga, lonjong,  pipih, berongga, segi empat dan  segi lima.  Pertumbuhan batang misalnya  menjalar, melilit, tegak, bercabang banyak dan  bercabang menggarpu. Duduk  daun pada batang juga  menjadi ciri penting, yaitu apakah berhadapan, bersilang, rapat-rapat dan   lain-lain. Apakah batang membentuk modifikasi berupa rimpang, stolon  atau umbi.
Daun. Identifikasi   pada  daun adalah berdasarkan (1)  bentuk daun,  misalnya bulat,  lanset, lonjong,   pita,  jarum,  jantung, segi tiga  dan  sebagainya. (2)  Tepi daun,  ada  yang    rata,    bergerigi,  berombak beringgit  dan   sebagainya.   (3) Permukaan daun, ada yang  licin, berbulu, kusam, mengkilat dan  sebagainya. (4) Apakah ada alat-alat tambahan pada daun seperti stipula, ligula dan okrea.
Bagian generatif gulma yang menjadi obyek identifikasi adalah bunga, buah dan biji.
Bunga. Beberapa hal yang  mebjadi dasar pencandraan dalam identifikasi gulma pada organ bunga ada beberapa. (1). Jumlah dan  susunan bunga ada tunggal dan  ada majemuk, di ujung  batang atau di ketiak daun.  Bunga majemuk ada yang berbentuk tongkol   (pada Mimosa  pudica L.),  bulir  (pada Stachytarpheta indica  Vahl.)  dan  malai  pada rumput-rumputan (misalnya Echinocloa  cruss-galli L.). (2) Jumlah dan  kelengkapan bagian penyusun bunga yaitu sepala,  petala, stamen dan   pistil,  ada yang   kelipatan 4  atau 5,  hal ini  menentukan kategori monokotil   atau  dikotil.   (3)   Bentuk   bunga  seperti  terompet,  kupu-kupu  dan sebagainya. (4) Warna kelopak dan  mahkota bunga.
Buah. Ada  bermacam-macam  bentuk dan   ukuran buah, kecil,  sedang besar, kotak,  polong, buni, kering  dan  jumlah buah.
Biji. Ciri biji yang diamati  antara lain bentuk, warna, ukuran, keadaan permukaan dan     ala tambahan    yang     membantu   penyebarannya Biji   yang     telah berkecambah  (semai) menjadi hal penting yang   dalam mengidentifikasi suatu jenis  gulma, meliputi:
- Ukuran, warna dan  permukaan hipokotil
- Ukuran, warna dan  permukaan epikotil
- Jumlah, bentuk, ukuran, warna, tekstur dan  pertulangan kotiledo
- Jumlah, bentuk, ukuran, warna, tekstur dan  pertulangan daun pertama
- Biji yang  tetap melekat pada semai
- Jumlah  biji
Ciri  organ  vegetatif  dan    generatif   gulma  yang    diobservasi  menjadi  dasar klasifikasi  gulma secara  ilmiah  sesuai hirarki  taxonomi  yan digagas oleh  C. Linneus. Pengamatan atau identifikasi tentang keadaan umum  suatu  jenis gulma yang menetukan penggolongan gulma secara  non-ilmiah meliputi:
Daur hidup.   Daur  hidup  tumbuhan adalah jangka waktu  antara tumbuhan itu berkecambah  atau  muncul   d permukaan  tanah  sampai  tumbuhan  tersebut menghasilkan biji/bagian vegetatif yang  mampu tumbuh menjadi tumbuhan baru lalu   mati. Daur   hidup    gulma  aka menentukan  lama  gulm tumbuh  dan kemudahan pengendaliannya.
1. Gulma Semusim (Annual). Gulma ini  berkecambah dan  berkembang biak terutama dengan biji, serta hidup  selama satu musim. Musim yang  dimaksud adalah  pada  musim    yang    sama  dan    berkisar  antar  –   16   minggu (bergantung pada  spesiesnya).  Tumbuhan tua  mati   dan   tumbuhan  muda muncul     dari    biji-bijinya Contoh:   Ageratu conyzoides Cyperu iria, Echinochloa colonum, Leptochloa chinensis dan  Rottboellia exaltata.
2. Gulma Dua Musim (Biennial). Gulma ini dapat hidup  lebih  dari satu  tahun tetapi  kurang  dari  dua   tahun,  atau  memerlukan dua  musim   pertumbuhan untuk    menyelesaikan   siklu hidupnya.   Pada    periode   musim    pertama berbentuk roset, pada periode musim  kedua membentuk bunga dan memproduksi  biji   lal mati.  Penyebara gulma  biennial  dapat  dihambat dengan menghambat produksi biji. Contoh: Daucus carota, Sonchus arvensis, Senecio vulgaris  dan  Cirsium  arvense.
3. Gulma tahunan (Perennial). Gulma yang  berkembang biak terutama dengan organ  vegetatifnya yaitu umbi  (tuber), rimpang (rhizome), umbi  lapis (bulb), subang  (corm dan   geragih  (stolon).  Gulma   ini  hidupnya  lebih   lama  dan biasanya melebihi masa satu musim  bahkan dapat mencapai tiga  –  empat musim apabila didukung oleh lingkungan tumbuhnya. Tunas gulma dapat tumbuh menjadi tua dan  akhirnya mati, tetapi  organ vegetatif  tersebut akan tetap hidup  dan  menumbuhkan tunas-tunas  baru. Dengan karakteristik seperti itu,   biasany gulma  tahunan   lebih   suli dikendalikan   dibanding   gulma semusim Contoh:  Imperata   Cylindrica,   Mikania  chordata dan    Cyperus rotundus.
Morfologi Daun Gulma. Pengelompokan  ini berdasarkan mentuk/ukuran daun, da pada  kenyataannya  hal   ini  berkaitan  dengan  kesamaan  reaksi  gulma dengan morfologi daun tertentu terhadap herbisida yang  serupa. Berdasarkan sifat-sifat tersebut,  gulma dikelompokkan kedalam kelompok rumput, kelompok teki, dan  kelompok daun lebar.
1. Kelompok berdaun  sempit  rumput (Grasses).  Spesies-spesies gulma yan daunnya  berbentuk  garis  (linearis),  memanjang  dan   sempit,  pipih, tepinya sejajar,  berbentuk pita  (ligulatusseperti linearis  tetapi  lebih  lebar. Gulma rumput  biasanya berada pada marga Poaceae (Gramineae).
2. Kelompo teki-tekian   (Sedges).    Spesies-spesies    gulma   dari    marga Cyperaceayang memiliki penampang batang segitiga, daunnya berbentuk garis (linearis). Contoh yang termasuk  kelompok ini: Cyperus rotundus dan Fymbristilis miliaceae.
3. Kelompok  berdaun   lebar  (Broad  leaf). Spesies-spesies  gulma dengan bentuk  daun  bulat   panjang   (oblongus),  lanset   (lanceolatus),   bulat   telur (ovatus), lanset terbalik (oblanceolatus), jantung (cordatus), segitiga sama sisi (sagittatus) dan  bentuk elips.Kelompok ini memiliki arah pertumbuhan batang tegak, berbaring, menjalar, memanjat, dan  melilit. Kelompok gulma daun lebar terdiri   dari   spesies-spesies  class  Dicotyledonae,   termasuk  di   dalamnya marga-marga Euphorbiaceae, Amaranthaceae, Asteraceae, Mimosaceae, Leguminoceae, Rubiaceae, Commelinaceae, dan  sebagainya.
Prosedur Kerja :
1.    Dicari lokasi  atau habitat yang  spesifik, dicari dan  dipilih gulma yang ada.
2.    Difoto  / diambil gambar dari gulma yang  dipilih.
3.    Diperiksa ciri-ciri morfologi vegetatif dan  generatif gulma yang dipilih.
4.    Dibuat catatan dan penjelasan mengenai gulma tersebut dalam hal  ciri-ciri morfologi,  habitat, distribusi, reproduksi dan penyebaran. Berdasarkan beberapa hal  tersebut, dilengkapi penjelasannya mengenai daerah asal, taksonomi,  klasifikasi,  pertumbuhan,  teknik   pengendalian,  manfaat  (jika ada) dan  informasi lainnya tentang jenis/species gulma yang  dipilih.




Hasil Pengamatan


Gambar 1. Gulma Putri Malu


Klasifikasi/Taksonomi
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Upafamili: Mimosoideae
Genus: Mimosa
Spesies: Mimosa pudica

Tabel  1. Karakteristik Gulma yang diidentifikasi (1)
No.
Ciri-ciri Morfologi
Penjelasan
1.     
Akar
Perakaran serabut, berwarna kecoklatan
2.     
Batang
Berbentuk bulat dengan permukaan kasar yang diselimuti oleh duri, lunak, tidak terlalu kuat, dan berwarna hijau keunguan.
3.     
Daun
Daun berwarna hijau, tetapi pada bagian tepi daun berwarna keungguan. Majemuk, menyirip ganda dua sempurna. Helaian daun berbentuk memanjang sampai lanset, permukaan atas dan bawahnya halus/terasa licin, panjang daun 6 – 16 mm, lebar  1-3 mm. Tepi daun rata.
4.     
Bunga
Berbentuk bulat, hampir menyerupai bola. Memiliki kelopak bunga yang kecil, dan bergerigi seperti selaput putih, serta memiliki tabung mahkota yang berukuran kecil pula dan bertajuk empat.
5.     
Buah/Biji

Buah berbentuk polong, pipih, bergaris dengan ukuran sangat kecil berwarna kehijauan saat muda dan berwarna kecoklatan saat sudah tua.
Biji tumbuhan putri malu berbentuk bulat, pipih dan berukuran sangat kecil, berwarna kehitaman atau kecoklatan.
6.     
Habitat
Tumbuh dari daerah pantai hingga datarang tinggi antara 1—2000 mdpl.
7.     
Penyebaran
Alat bantu penyebaran pada gulma ini adalah biji duri yang dibantu oleh manusia, binatang, air, angin dll.
8.     
Reproduksi
Berkembang biak (bereproduksi) dengan cara generative.
9.     
Pertumbuhan
Pertumbuhan tanaman putri malu tergolong tidak terlalu cepat atau agak lambat.
10.               
Pengendalian yang paling efektif
Pengendalian secara mekanik.
11.               
Ciri khas
Mimosa pudica memiliki daun yang dapat secara cepat menutup/"layu" dengan sendirinya saat disentuh. 
12.               
Daerah asal
Berasal dari Amerika Selatan atau tepatnya dari Negara Brazil.
13.               
Manfaat
Dapat dijadikan sebagai obat Insomnia (sudah tidur), Batuk dengan dahak banyak , Chronic Bronchitis, rematik, Ascariasis, serta dapat dijadikan sebagai pencegah erosi.



Gambar 2. Gulma Krokot


Klasifikasi/Taksonomi
Kingdom : Plantae
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisio : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis (Kelas): Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo : Caryophyllales
Familia : Portulacaceae
Genus : Portulaca
Species : Portulaca Sp. L.

Tabel  2. Karakteristik gulma yang diidentifikasi (2)
No.
Ciri-ciri Morfologi
Penjelasan
1.         
Akar
 Berakar tunggang dengan warna putih.
2.     
Batang
berbentuk bulat yang tumbuh tegak, berwana merah keunguan dengan panjang 10-50 cm. Batang lembut memiliki rasa sedikit asam, dan asin. Pangkal batangnya membaji dengan tepi rata, panjangnya 1-4 cm dan lebar 5-14 mm.
3.     
Daun
Daunnya tunggal, tebal, datar dan letaknya berhadapan atau tersebar dengan warna hijau pada permukaan atas , dan bawah berwarna merah tua pada permukaan bawah daun.
4.     
Bunga
Berkelompok 2-6 buah yang keluar dari ujung percabangan. Mahkota bungannya berjumlah lima buah, berwarna kuning dan kecil-kecil.
5.     
Buah/Biji

Buahnya berbentuk kotak, bijinya banyak dengan warna hitam cokelat mengkilap.
6.     
Habitat
Tumbuh di dataran rendah sampai dengan ketinggian 1800 mdpl.
7.     
Penyebaran
Penyebaran pada gulma ini terjadi melalui biji yang dibantu oleh manusia, binatang, air, angin, mesin, dll.
8.     
Reproduksi
Berkembang biak (bereproduksi) dengan cara generative.
9.     
Pertumbuhan
Tumbuh lambat pada awalnya, dan tumbuh cepat setelah 15 hari. 
10.               
Pengendalian yang paling efektif
Pengendalian secara mekanik.
11.               
Ciri khas
Tanaman ini mengandung banyak air seperti kaktus atau aloe vera.
12.               
Daerah asal
Diperkirakan berasal dari daratan amerika tropis di Brasil.
13.               
Manfaat
Dapat berfungsi sebagai obat herbal yakni obat untuk diare, Bisul, Jantung Berdebar, Gugup Dan Gelisah, Radang Kulit, serta Radang Gusi.




Gambar 3. Gulma Teki



Klasifikasi/Taksonomi

Kingdom
Plantae
Difisi
Magnoliophyta
Sub Difisi
Commelinidae
Kelas
Liliopsida
Ordo
Cyperales
Familia
Cyperaceae
Genus
Cyperus
Species
Cyperus rotundus L

Tabel  3. Karakteristik gulma yang diidentifikasi (3)
No.
Ciri-ciri Morfologi
Penjelasan
1.       
Akar
Sistem perakaran serabut yang memiliki banyak percabangan dan rambut-rambut halus.
Majemuk berbentuk bulir
Berbulir halus, biji-biji halus
Tumbuh di pinggir jalan, sawah, lahan pertanian, rerumputan

2.     
Batang
Tumbuh tegak, berbentuk segitiga, berongga kecil dan agak lunak. Tingginya 10-75 cm dan penampangnya 1-2 mm. Membentuk umbi di pangkal batang, membentuk rimpang panang yang dapat membentuk tunas baru.
3.     
Daun
Berbentuk pita dengan pertulangan daun sejajar, berwarna mengkilap dengan panjang 10-60 cm, dan lebar 2-6 mm. Membentuk roset akar pada pangkal batang.
4.     
Bunga
Berwarna hijau kecoklatan, terletak di ujung tangkai dengan tiga tunas kepala benang sari berwarna kuning jernih, membentuk bunga-bunga berbulir, mengelompok menjadi satu berupa payung.
5.     
Buah/Biji

Buahnya berbentuk kerucut besar pada pangkalnya, kadang-kadang melekuk berwarna coklat, dengan panjang 1,5 – 4,5 cm dengan diameter 5 – 10 mm.
Bijinya berbentuk kecil bulat, dan memiliki sayap seperti bulu yang digunakan  untuk proses penyerbukan.
6.     
Habitat
Tumbuh pada ketinggian 1-1000 mdpl.
7.     
Penyebaran
Penyebaran menggunakan biji dan stolon melalui bantuan manusia, hewan, atau alat-alat pertanian.
8.     
Reproduksi
Berkembang biak secara generative dengan biji, dan secara vegetative menggunakan stolon (geragih).
9.     
Pertumbuhan
Sangat cepat, gulma ini mampu memproduksi makanan dalam  waktu yang relative singkat memlaui proses fotosintesis yang efektif
10.               
Pengendalian yang paling efektif
Pengendalian yang efektif dapat dilakukan secara biologi dan kimiawi.
11.               
Ciri khas
Daunnya tumbuh dengan tiga jajaran dasar, batang bunganya memiliki penampang segitiga yang tumbuh tajam keatas.
12.               
Daerah asal
-
13.               
Manfaat
Sebagai obat-obatan dan anti bakteri.



Pembahasan

            Mimosa pudica (Putri Malu)
Putri malu atau Mimosa pudica adalah perdu pendek anggota suku polong-polongan. Tanaman putri malu (Mimosa pudica) berasal dari Amerika Selatan atau tepatnya dari Negara Brazil. Brazil adalah Negara yang beriklim panas, karena Negara Indonesia juga mempunyai iklim yang hampir sama dengan iklim dimana asal dari tumbuhan ini, yaitu iklim tropis. Maka tanaman inipun dapat tumbuh dengan suburnya di Negara Indonesia di daerah mana saja, baik itu pada tanah yang lebab ataupun pada tanah yang gersang sama sekali. Sebab tanaman putri malu ini dapat hidup dan berkembang biak tanpa mengenal musim, dan tanaman ini berkembang biak dengan bijinya. Keunikan dari tanaman ini adalah bila daunnya disentuh, ditiup, atau dipanaskan maka ia akan segera "menutup".
Deskripsi Morfologi Mimosa pudica
1        Akar
Putri malu atau sikejut mempunyai akar pena yang sangat kuat berbeda dengan akar-akar tanaman-tanaman lainnya, jika kita cabut langsung terangkat seluruh akar-akar nya.  Akan tetapi lain halnya dengan akar tanaman putri malu, untuk mencabuti nya kita memerlukan suatu alat-alat yang khusus agar semua akar-akar nya teracabut.
2        Batang
Batang tumbuhan putri malu berbeda dengan tumbuhan lainnya, yaitu batang putri malu berbentuk bulat. Pada seluruh batangnya terdapat rambut dan mempunyai duri yang menempel , batang tumbuhan putri malu dengan rambut sikat yang mengarah secara miring kepermukaan tanah atau kearah bawah.
3      Daun
Daun putri malu atau sikejut berupa daun majemuk menyirip ganda dua yang sempurna. Jumlah anak daun pada setiap sirip sekitar 5 - 26 pasang. Helaian anak daun berbentuk memanjang sampai lanset, ujung runcing, pangkal memundar, tepi rata. Jika kita raba pada permukaan atas dan bawah daun terasa licin, panjang 6 - 16 mm, lebar 1-3 mm. daun berwarna hijau, akan tetapi pada tepi daun umumnya berwarna ungu. Jika daun tersentuh akan melipatkan diri, menyirip rangkap.  Sirip terkumpul rapat dengan panjang 4-5,5 cm.
4        Bunga
Putri malu biasanya mempunyai bunga yang berbentuk bulat seperti bola dan tidak mempunya mahkota atau kelopak bunga yang besar seperti bunga-bunga yang lain. Akan tetapi kelopak bunga putrid malu bentuknya sangat kecil dan bergigi empat seperti selaput putih. Tabung mahkotanya juga berukuran sangat kecil, bertaju empat seperti selaput putih.
5        Buah dan Biji
Buah putri malu berbetuk polong, pipih seperti garis dan berukuran sangat kecil jika disbandingkan dengan buah-buah tumbuhan lainnya.
Sama halnya seperti buah, tanaman putri malu juga memiliki biji, yang berukuran kecil dan bulat,berbentuk pipih . putri malu termasuk kedalam tumbuhan yang berbiji tertutup (Angiospermae) dan berkembangbiak dengan biji.

·         Model Penyebaran, Pertumbuhan Putri Malu (Mimosa Pudica)
Tanaman putri malu bisa tumbuh dimana saja diatas permukaan tanah, baik diatas permukaan tanah yang lembab maupun diatas permukaan tanah yang gersang. Tanaman putri malu biasanya tumbuh diatas tanah yang lapang baik itu diladang, diperkebunan, diperkarangan rumah dan pada tempat yang lainnya disekitar kita.
Mimosa pudica termasuk kedalam golongan gulma tahunan (Perenials)


Portulaca sp. (Krokot)
Tanaman Krokot dengan nama ilmiah Portulaca oleracea L atau yang kita kenal dengan nama daerah  jalu-jalu tiki (Ternate), gelang (Sunda dan Sumatera) dan ma chi xian (Cina) merupakan tanaman dari suku portulacaceae.
·         Deskripsi Morfologi Portulaca sp.
a.       Akar
Krokot memiliki system perakaran tunggang dengan warna putih.
b.      Batang
Batang krokot berbentuk bulat yang tumbuh tegak atau sebagian/seluruhnya terletak di atas tanah tanpa mengeluarkan akar. Batangnya berwana cokelat keunguan dengan panjang 10-50 cm, Batang lembut memiliki rasa sedikit asam, dan asin. Tangkainya pendek berbentuk bulat telur sungsang, bagian ujungnya bulat melekuk ke dalam. Pangkal batangnya membaji dengan tepi rata, panjangnya 1-4 cm dan lebar 5-14 mm.
c.       Daun
Ciri Daun krokot berwarna hijau dengan warna batang kemerahan, Warna permukaan atas daun hijau tua, permukaan bawahnya merah tua.
Daunnya tunggal, tebal berdaging, datar dan letaknya berhadapan atau tersebar.
d.      Bunga
Ciri Bunganya berkelompok 2-6 buah yang keluar dari ujung percabangan. Mahkota daunnya berjumlah lima buah, berwarna kuning dan kecil-kecil.bunga ini akan mekar pada pagi hari antara pukul 8.00-11.00 siang dan layu menjelang sore.
e.       Buah dan Biji
Buahnya berbentuk kotak, bijinya banyak dengan warna hitam cokelat mengkilap. Tanaman ini dapat diperbanyak dengan biji.


Cyperus rotundus L. (Teki)
Teki (Cyperus rotundus .L) atau terkadang disebut Teki, Mota, Koreha wai, Rukut Teki, Rukut Wuta adalah rumput palsu (batang segitiga) yang dapat hidup sepanjang tahun dengan ketinggian 10 sampai dengan 75 cm.
Rumput teki mempunyai tinggi sekitar 15-95 cm, batang segitiga. Daun 4-10 helai terdapat pada pangkal batang membentuk roset akar, dengan pelepah daun tertutup tanah. Helaian daun bangun pita, pertulangan daun sejajar, tepi daun rata, permukaan atas berwarna hijau mengkilap dengan panjang 10-60 cm, dan lebar 2-6 mm. Perbungaan majemuk berbentuk bulir mempunyai 8-25 bunga yang berkumpul berbentuk payung, berwarna kuning atau cokelat kuning. Umbi menjalar, berbentuk kerucut yang besar pada pangkalnya, kadang-kadang melekuk, berwarna cokelat, berambut halus berwarna cokelat atau cokelat kehitaman, keras, wangi dan panjang 1,5-4,5 cm dengan diameter 5-10 mm.
Tanaman ini biasanya tumbuh liar di kebun, ladang ataupun tempat lain dengan ketinggian sampai 1000 m dari permukaan laut. Ciri khasnya terletak pada buah-buahnya yang berbentuk kerucut besar pada pangkalnya, Umbi-umbi ini biasanya mengumpul berupa rumpun.
Umbi rumput teki memiliki rasa yang pedas, sedikit pahit, dan manis. Umbi rumput teki dapat berkhasiat menormalkan siklus haid, melancarkan vital energi yang tersumbat, tonik pada lever, meredakan nyeri (analgesik), dan antibakteri. Teki merupakan tumbuhan obat penting untuk gangguan vital energi dan penyakit pada organ kandungan wanita.  Bagian yang digunakan untuk pengobatan pada rumput teki adalah bagian umbi. Umbi rumput teki memiliki banyak manfaat diantaranya adalah sakit dada, sakit kepala, retensi dahak dan cairan seperti bengkak akibat timbunan cairan, nyeri haid, datang haid tidak teratur, tidak datang haid, payudara bengkak dan nyeri, memar, gatal-gatal di kulit, bisul, perdarahan dan keputihan, mual pada kehamilan muda, perdarahan pada kehamilan, hernia disertai kolik di perut, serta gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, nyeri lambung dan perut.


Kesimpulan dan Saran
 1. Kesimpulan
 Mimosa pudica, Portulaca sp., dan Cyperus rotundus L. merupakan gulma yang berasal dari spesies berbeda sehigga morfologinya, habitat, pertumbuhan, dan cara penyebaran serta cara pengendaliannya berbeda-beda. Masing-masing gulma tersebut juga memiliki manfaat yang berbeda-beda.

2. Saran
 Dalam melakukan pengendalian gulma-gulma tersebut sebaiknya lebih mengutamakan cara yang alami terlebih dahulu seperti cara preventif, mekanis, dan biologi. Jika memang tidak bisa barulah menggunakan cara kimiawi.





Daftar Pustaka

Moenandir. J.  1991. Pengantar  Ilmu  dan   Pengendalian  Gulma  (Ilmu Gulma- Buku I). Rajawali Press, Jakarta.
Moenandir,  J.   1990.  Persaingan   Tanaman  Budidaya  dengan  Gulma  (Ilmu Gulma-Buku III). Rajawali Press,  Jakarta.
Moenandir.J. 1992. Ilmu Gulma dalam Sistem Pertanian. Rajawali Press, Jakarta.
Rao,   V.S.,2000.  Principles  of  Weed Science,  2n ed.,Science  Publisher. Inc.New Hampshire
Rukmana, R. 2000. Gulma dan  Teknik Pengendalian. Rajawali Press, Jakarta.
Tjitrosoedirdjo, S.,  I.H. Utomo  dan  J.  Wiroatmojo, 1984. Pengelolaan  Gulma di Perkebunan. PT Gramedia, Jakarta.

Komentar